Melihat buku ini langsung tertarik pengen tahu, apa yang difikirkan laki-laki sehingga bisa dengan gampangnya untuk berpoligami menang-mentang dibolehkan oleh Agama tanpa memandang persyaratan lainnya dan bahkan ada yang menganggap itu salah satu sunnah Nabi yang harus dikerjakan, padahal lucunya sunnah Nabi apa sih yang dah dia lakukan selain tentang poligami ini, hahaha.
Poligami selalu pasti diawali dengan perseligkuhan, baik itu hanya tentang lirikan, perasaan atau bahkan fisik. Persetujuan poligami yang pada akhirnya hanya tahapan untuk melegalkan perselingkuhan itu dihadapan lingkungan sosial. Ikhlas adalah selubung untuk menutupi kehancuran hati perempuan. Sedih telah dikhianati, dimana-hari-harinya telah diduakan, suaminya telah melirik perempuan lain dan tak lagi mengidolakannya. Oleh karena itu , buku ini mengajak para perempuan untuk mengenali tana jika suaminya kelihatan berminat mengundang perempuan lain.


Tentang Alasan dan Tanda

Manusia dewasa adalah manusia yang sudah “jadi”. Ia punya prlaku tetap dalam kesehariannya. Bangun pada jam tertentu, tidurpun demikian, dll. Segala kebiasaan ini dibenuk dalam waktu yang lama, dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil berlanjut hingga remaja. Tidak mudah menghilangkan kebiasaan itu sebagaimana memulainya. Hidup dalam ikatan perkawinan juga merupaka pembiasaan atas habit yang baru. Dari kesendirian masuk ke dalam kebersamaan, oleh waktu mereka dibawa ke dalam peleburan kebiasaan baru yang membuat mereka saling memahami dan bahagia. Namun kebahagiaan itu kerap terganjal oleh perubahan-perubahan kebiasaan pasangannya, bisa dikarenakan kehidupan yang makin mapan ataupun lingkungan yang semakin meluas. Tanda-tanda yang diungkap dalam buku ini pun merujuk pada perubahan kebiasaan itu.


Alasan Laki-laki

Selalu ada alasan bagi laki-laki untuk membenarkan keputusannya berpoligami. Kadang alasan itu bisa diterima, kadang hanya laki-laki yang bisa memahaminya. Alasan-alasan itu antara lain :


1.Dorongan Seks

Laki-laki memiliki dorongan seks begitu kuat. Nafsu seksualnya hidup sepanjag waktu. Ia mudah tergoda untuk menikmati pertualangan seks bersama perempuan lain. Baik istrinya memuaskan atau tidak, laki-laki memiliki kecenderungan tidak puas dengan satu pasangan saja. Sementara untuk sebagian lelaki yang masih sedikit berpegang pada tatanan social dan agama, prilaku berselingkuh harus dihindari karena dilarang dan sebagian laki-laki tidak berani menerabas taanan itu. Mereka takut dengan hujatan yang akan dilontarkan oleh banyak orang.
Seks menjadi alasan utama para laki-laki unuk berpoligami supaya ia memiliki variasi dalam melepaskan nafsu birahinya. Dalam sebuah penelitian yang sudah dilansir tahun 1980-an, 3 dari 4 laki-laki di Jakarta pernah atau sedang berselingkuh. Dalam istilah mereka, mereka hanya membeli isinya, tidak botolnya. Botolnya dikembalikan, tidak dibawa pulang. Namun bagi sebagian orang hal itu membuat mereka tidak nyaman. Rasa bersalah dan berdoa kerap menghantui.Ada ketakutan suatu saat kebiasaan itu terbogkar. Akibatnya, ia bisa kehilangangan semuanya. Maka, untuk mereka berpoligami menjadi alternatif.


1.Fisik Pasangan Tak Lagi Rupawan

Alasan ini yang kerap dikemukakan para lelaki. Daripada emmbayangkan peremuan lain saat bersama istrinya, dan itu menyakitkan jika istrinya tahu, maka lebih baik ia melegalkan bayangan itu.


1.Hasrat Berkuasa

Poligami merupakan kenaikan jabatan kekuasaan. Laki-laki berpolgami punya pandangan bahwa cara tersebut akan membuatnya semakin dihormati lingkungannya, karena yang dikuasainya bertambah. Ingat meambah satu istri lagi, bagi laki-laki tidak hanya sekedar menambah sebatang jiwa dan tubuh. Di belakang perempuan yang jadi istri mudanya itu ada begitu banyak manusia-manusia yang menjadi “budak” barunya ; mertua, anak, teman kerja, rekan bisnis, dll. Limpahan deretan orang-orang itulah yang membuat laki-laki merasa kian berharga.


1.Perkawinan tidak Beres

Ketidakharmonisan dalam rumah tangga bisa memicunya untuk mencari pasangan baru tanpa perlu menceraikan pasangan lamanya. Ia hanya berfikir tenang keseimbangan. Dalam benaknya, dengan memiliki isri baru maka ia bisa berbagi masaah dengan istri mudanya. Beda dengan berisri satu, mau tidak mau, suka tidak suka, seiap ada masalah harus berhadapan dengan satu istri yang itu itu saja. Bosan, sebab cara berfikir untuk mencari solusi pun sama dari ari ke hari. dengan memiliki istri yang lain, maka ia bisa mendapatkan perspektif lain.


1.Istri Tak Berketurunan

Jika ada suami yang melonaran keinginan untuk menikah lagi dengan alasan ini, sejatinya tida mudah juga bagi perempuan untuk menerimanya. Ia akan merasa terpuruk, tidak berguna, dicampakkan. Ia akan jauh kepada pengutukan diri akibat ketidakmampuannya memberikan keturunan. Dalam benak dia, orang-orang di sekitarnya mengolok-olong dia sebagai manusia yang tidak bisa membahagiakan suami, yang hanya bisa memupus mata rantai keturunan keluarga. Rasa bersalah yang berlebih ini, mau tidak mau membuatnya pasrah dengan keputusan suami untuk menikah lagi dengan harapan siapa tahu, suaminya akan lebih bahagia dengan pilihan itu. Sedangkan untuk laki-laki tidak berketurunan dirasakan sebagai cacat dalam berumah tangga. Di sisi lain, menceraikan istri hanya karena tidak berketurunan juga dirasakan bukan keputusan yang adil. Masa’ mau enaknya saja, giliran susah tidak mau menanggung bareng. Toh ketidakmampuan buakn atas kehendak istri, melainkan karena keadaan.


1.Penyakit yang tak Tersembuhkan

Meninggalkan istri dalam keadaan sakit tentu tidak manusiawi. Masa’ habis manis sepah dibuang. Perempuan sendiri dalam situasi seperti ini ada yang mendorong suaminya untuk meninggalkannya karena merasa tidak pantas lagi. Ia tidak mau merampas kebahagiaan hidup suaminya. Oleh karena itu ada perempuan yang dengan ketulusannya mengijinkan suaminya untuk menikah lagi. Dengan jarapan agar suaminya mendapatkan kebahagiaan yang selama ini hilang.


1.Menolong

Pada dasarnya laki-laki itu egois. ia berdiri di atas kemauannya sendiri. Keakuannya begitu besar, dadanya begitu lebar. pundaknya bidang, kepalanya tegak. Namun laki-laki juga haus pujian. Ia ingin orang menyanjungnya sebagai figure yang mengerti orang lain. Menjai altruis, orang yang gemar menolong orang lain. Dan Altruis yang dimauinya adalah yang narsitis, yang kembali kepada keegoan dirinya. Yang ia mau, kebaikan itu dilihat orang lain.
Ini alasan yang sering disandingkan dengan dalil agama, menolong. Maka jika dicermati, banyak pelaku poligami yang membenarkan tindakannya ini dengan alasan ini. Bahwa ia ingin menolong perempuan agar hidupnya lebih baik.
1.Cinta Bersemi Kembali
Alasan ini paling menyulitkan perempuan, bagaimana tidak, cinta dalah erasaan yang menyatukan mereka dulu hingga menjadi pasangan suami istri. Cinta itu baik, menggairahkan dan menguatkan dan para perempuan telah menjalani hidupnya dilandasi cinta. perempuan seperti ditakdirkan berhati seluas samudera. Apalagi jika suami membisikkan kalimat “Aku mencintaiumu dan aku mencintai dia”.


1.Tradisi Keluarga

Memang ada laki-laki yang berasal dari keluarga besar, besar dalam arti yang sesungguhnya. Kakeknya beristri sekian. Ia sendiri dari anak istri ke sekian bapakya. Sudah lazim dalam keluarganya untuk kawin-mawin dan memperbanyak keturunan. Bisa jadi dari sononya keluarga itu sudah kaya, tuan tanah, atau juragan puluhan perusahaan. Sehingga tradisi berpoligami tiada lain untuk menjaga asset keluarga agar tidak lari kemana-mana.


1.Restu Agama

Yang repot memang kalau poligami diijinkan oleh agama yang dianut oleh laki-laki, atau diyakini benar oleh seluruh masyarakat. Sebagai dogma, hegemoni agama memang terbukti kuat. Agama apa pun. Tidak mudah untuk berkelit, apalagi menolaknya.


Tanda Laki-laki

Setelah membahas alasan-alasan, kita masuk pada pembahasan tentang tanda-tanda seorang laki-laki berhasrat untuk menjalani kehidupan berppoligami. Sekali lagi poligami selalu dimulai dari perselingkuhan, mulai dari penghianatan.


1.Sering Pulang Telat
2.Menyembunyikan sms
3.Lebih gencar berbisnis
4.Enggan pake Hp 3G
5.Sok cuek pada perempuan
6.Salah menyebut nama pasangan
7.Mengubah penampilan secara drastic
8.Parfum selalu baru
9.Mengusahakan kebugaran
10.Lebih perhatian
11.Sering membersihkan mobil
12.Kerap dinas keluar kota
13.Sangat dekat dengan teman sekantor
14.Perkerjaan mulai keluar dari focus
15.Gampang lelah
16.Tak berani menatap mata
17.Nafas tak beraturan
18.Mailbox
19.Ranjang bergoyang kencang
20.Dingin bercinta
21.Membuka arsip-arsip dan surat-surat
22.Blingsatan
23.Gampang marah, mengumbar kesalahan
24.Mudah curiga
25.Memperketat pengeluaran
26.Berprestasi tapi tak naik gaji
27.Boros pengeluaran
28.Fantasi cabul
29.Pergi menjauh saat menerima telepon
30.Memuji anak-anak yang telah tumbuh dewasa
31.Telepon tak diangkat, tap isms dibalas
32.Perhitungan waktu
33.Menyingkirkan sopir pribadi
34.Lupa hari-hari special
35.Membuka account rahasia
36.Sering pergi berdua dengan sekretaris
37.Gemar membeli asset
38.Berteman dengan pelaku poligami
39.Bercanda tentang poligami
40.Bercerita tentang pelaku poligami yag sukses



Demikianlah alasan dan tandanya yang sebenarnya dimasing-masing tanda itu ada penjelasannya dan tips cara mengatasinya, tapi silahkan baca sendiri dibukunya yak xD. Kalo hikmah dari saya :


1.Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan, maka hanya Tuhan yang boleh memisahkannya. Jadi, mau alasan apapun kenapa tidak menerima dan menjalankannya sama-sama, bukankah pernikahan itu janji kita kepada Tuhan untuk menjaga, membimbing dan melindungi dunia akhirat. bagaimana jika keadaannya dibalik: laki-lakinya yang tidak bisa memuaskan secara seksual, yang tidak bisa menjaga fisiknya utk tetap rupawan, yang mandul or spermanya berualitas jelek or Mr. P nya yang terlalu pendek or yang mempunyai penyakit tak tersembuhkan.


2.Tips dari semua tanda-tanda itu adalah kenali dengan seungguh-sungguh suamimu mulai dari hal terkecil hingga kebiasaannya. Terus rawat dan percantik dirimu, menafkahi istri adalah kewajiban suami (ya silahkan baca definisi menafkahi itu yg sesungguhnya seperti apa). Terus perkembang kecerdasanmu untuk mengamati. Ikuti, kenali, fahami pergaulan dan lingkungan suamimu dan yang paling penting adalah, kamu seorang istri bukan seorang budak, bedakan itu.
Buku ini pun menyediakan semacam kuis poligami dibagian akhirnya, yang menurut saya sebagai perempuan yang dianugrahi insting dan kecerdasan yang kuat, tidaklah perlu cz qt bisa buat sendiri ya..