7 Langkah Mudah Memahami Endometriosis, Perempuan Perlu Tahu


Sahabat ZONATERAPI, pernah dengar istilah endometriosis? Bagi yang sering merasakan sakit nyeri hebat saat haid, perlu memahami penyakit yang satu ini!
Endometriosis adalah penyakit kronis dan progresif, tidak pernah sembuh, umumnya menjalar perlahan-lahan, memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bermanifestasi klinis, bukan penyakit ganas, jarang sekali menjadi ganas, dan mengalami regresi saat sudah menopause.


Endometriosis adalah susunan jaringan [sel-sel kelenjar dan stroma] abnormal mirip-endometrium yang tumbuh di sisi luar kavum uterus, dan memicu reaksi peradangan menahun.


Inilah 7 langkah mudah untuk memahami endometriosis:


Langkah pertama

Mengenali gejala. Gejala-gejala endometriosis antara lain nyeri haid, infertilitas, nyeri pelvis, berusia 25-30 tahun saat terdiagnosis, nyeri saat bersenggama, nyeri ovulasi, gejala-gejala siklis dan perihaid, perdarahan uterus abnormal, keletihan menahun, terdapat massa pelvis.
Terkadang juga dijumpai nyeri pinggang, nyeri saat buang air besar, nyeri berkemih, nyeri gastrointestinal, ada massa [benjolan] di dalam perut bawah, gangguan berkemih dan buang air besar.

Langkah kedua

Mendiagnosis endometriosis. Tim medis umumnya melakukan urutan langkah berikut ini di dalam penegakan diagnosis endometriosis:


1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik
2. Kajian pencitraan [ultrasonografi, tomografi terkomputerisasi, resonansi magnetik]
3. Visualisasi langsung lesi [laparoskopi]
4. Pemeriksaan histopatologis
5. Pengukuran kadar CA-125 [jika ada kista ovarium]
6. Pengukuran kadar komponen biokimiawi dan seluler dalam zalir peritoneal
7. Klasifikasi penyakit


Langkah ketiga

Mengetahui penyebab. Ada beragam teori penyebab endometriosis. Misalnya; haid berbalik [alir balik, retrograd, regurgitasi, refluks], imunitas yang berubah, gangguan respons imun atau kekebalan tubuh dan genetika, folikel tak-pecah terluteinisasi, dan spektrum disfungsi ovarium.


Langkah keempat

Mengetahui mekanisme perkembangan endometriosis. Misalnya penyusukan sel endometrium dari haid berbalik, metaplasia epitel selomik, penyebaran limfatik dan vaskuler, sisa sel epitel Muller embrionik, peubahan sel genitoblas, penyebaran iatrogenik atau pencangkokan mekanis, imunodefisiensi lokal, cacat enzim aromatase.


Langkah kelima

Mengetahui berbagai faktor yang memperberat atau menambah risiko terjadinya endometriosis, berupa; riwayat keluarga ada yang menderita endometriosis, menstruasi dini [sebelum usia 11-13 tahun], haid tanpa jeda, obstruksi mekanis haid saat remaja, volume haid berbalik yang meningkat, aliran haid melebihi 7 hari, siklus kurang dari 27 hari, bercak sebelum awitan haid, kista endometriosis pecah spontan, sulih hormon pascamenopause, jarang hamil lebih dari 5 tahun, kerusakan bermakna respon imun.


Langkah keenam

Mengetahui beragam faktor risiko yang meringankan terjadinya endometriosis, seperti menars lanjut, kegiatan fisik teratur, hamil dan melahirkan berulang-ulang, menyusui, kerja fisik berat sejak dini dan teratur, ligasi Tuba Falloppii, menopause pembedahan atau alami.


Langkah ketujuh

Memahami penanganan endometriosis. Masing-masing jenis penanganan hormonal memiliki efektivitas yang berbeda. Bila akan memberikan obat, dokter akan mempertimbangkan indikasi, mekanisme kerja, efek samping, biaya. Imunoterapi dan operasi atau pembedahan dapat dipertimbangkan untuk mengatasi endometriosis sesuai rekomendasi tim medis.


Demikian 7 langkah memahami endometriosis. Bila masih ada yang belum jelas, maka dipersilakan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter terdekat.

Bermasalah Dengan Kesehatan (Khusus Kewanitaan) Rahim Turun, Terbalik, Kengser, Tersembunyi, Menyembul Keluar, Kesuburan Sakit berat atau ringan "GARANSI SEMBUH" Terapi Pijat KLIK DISINI!!!


Foto ilustrasi: google


Profil penulis:
Dito Anurogo, dokter digital/online, penulis 18 buku dan lebih dari 333 artikel dan karya
ilmiah terpublikasi, sedang kuliah di S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta. Email
ditoanurogo@ gmail.com
Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)