KB Spiral atau IUD sering digunakan untuk mencegah kehamilan. Namun, benarkah jenis KB ini membuat badan kita tambah melar?



KB Spiral atau IUD (Flocu/Thinkstock)


IUD atau yang biasa disebut sebagai KB spiral adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini menjadi pilihan yang banyak diminati oleh wanita Indonesia. Tergantung dari jenisnya, efektivitas KB spiral bisa bertahan 3 sampai 10 tahun untuk mencegah kehamilan sejak hari pertama pemasangan.


Namun, ada beberapa mitos yang mengatakan kalau pasang KB spiral bisa bikin gemuk. Benarkah demikian?


Bagaimana cara kerja KB spiral?

Tersedia dua jenis IUD – satu yang tertutup dengan tembaga, yang lainnya mengeluarkan hormon progesteron.
IUD berlapis tembaga mencegah kehamilan dengan menghalangi sperma untuk membuahi sel telur. Alat ini juga membuat telur lebih sulit untuk dibuahi di dalam rahim.

Cara kerja KB spiral yang dilapisi dengan progesteron sama, tetapi juga sekaligus membuat cairan serviks lebih kental, menipiskan lapisan rahim, dan dalam beberapa kasus menghentikan ovulasi. Hal ini mencegah sperma untuk membuahi telur.


Apa benar KB spiral bisa bikin gemuk?

Anggapan bahwa KB spiral menyebabkan berat badan bertambah mungkin berangkat dari peningkatan hormon estrogen dalam tubuh. Kadar estrogen tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan atau penyimpanan lemak di paha, pinggul, dan payudara. Namun hal ini belum terbukti benar. Dilansir dari WebMD, sejauh ini belum ada bukti ilmiah kuat yang bisa memastikan bahwa IUD, khususnya spiral tembaga, bisa bikin gemuk.
Menariknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Contraception menemukan bahwa pemakaian KB spiral tembaga dapat menyebabkan berat badan meningkat pada wanita usia paruh baya ke atas. Meski begitu, belum ditemukan apa yang menjadi sebab-akibat dari temuan ini.


Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah benar pemakaian IUD merupakan salah satu penyebab dari peningkatan berat badan wanita.

Terlepas dari menggunakan IUD atau tidak, pada dasarnya berat badan wanita memang rentan naik selama masih dalam masa subur alias belum menopause. Peningkatan berat badan juga ikut dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang baik — seperti pola makan tinggi lemak dan kalori, yang disertai dengan minimnya aktivitas fisik harian.


Efek samping KB spiral yang mungkin terjadi

Meski belum tentu bikin gemuk, penggunaan IUD tetap memiliki risiko efek sampingnya tersendiri. Yaitu:


*.Perdarahan tidak teratur selama beberapa bulan pertama
*.Menstruasi akan lebih banyak dan mengalami kram jika Anda menggunakan spiral tembaga
*.Menstruasi lebih singkat (atau sama sekali tidak menstruasi) jika Anda menggunakan spiral hormon
*.Timbul gejala mirip PMS, seperti sakit kepala, jerawat, pegal linu, dan nyeri payudara dengan IUD hormon
*.Tidak mencegah dari penyakit menular seksual
Yang perlu diperhatikan, tidak semua orang bisa menggunakan KB spiral. Untuk wanita yang memiliki penyakit radang panggul, kelainan rahim, kanker serviks, kanker payudara, liver, dan penyakit menular seksual dianjurkan untuk menggunakan metode kontrasepsi lainnya selain IUD. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Bermasalah dengan kesehatan (khusus kewanitaan) rahim turun, kengser, terbalik, menyembul keluar, kesuburan berat atau ringan "GARANSI SEMBUH" terapi pijat KLIK DISINI!!!



Artikel ini pernah tayang di hellosehat.comdengan judul KB Spiral Bikin Badan Wanita Gemuk, Mitos atau Fakta? Ini Kata Para Ahli

(Novita Joseph/ hellosehat.com)