Mungkin kita pernah mendengar sebuah nasihat, katanya, kalau mau sukses kita harus kerja keras. Kalau mau kaya, kita harus kerja keras. Betulkah? Tapi, seberapa banyak orang yang kerja keras tetapi tidak meraih apa yang mereka inginkan? Ya, kerja kerassajatidak cukup.


Perhatikan kata yang saya tebalkan. Saya tidak mengatakan tidak perlu kerja keras, yang saya katakan adalahkerja keras saja. Sama seperti saya mengatakan makan nasi saja tidak cukup, karena selain nasi masih ada lauk pauk yang dibutuhkan agar lebih nikmat dan bergizi.


Adalah benar, jika Anda mau sukses atau kaya, kerja keras mutlak diperlukan. Tetapi masih ada hal lain yang perlu kita miliki agar kita bisa meraih sukses.


Cerita Tentang Kerja Keras Saja Tidak Cukup

Untuk lebih memahami pembahasan kerja keras saja tidak cukup, saya akan bercerita.
Ada seorang raja dia mengutus tiga orang utusan untuk mengambil sesuatu di puncak sebuah gunung kecil. Sebuah benda yang sangat penting yang letaknya ada di sebuah gunung.


Ketiga utusan tidak berangkat bersama-sama, tetapi diserahkan untuk meraih puncak dengan cara yang berbeda. Raja mempersilahkan dengan cara masing-masing yang penting lebih cepat. Siapa yang mengambil benda itu paling cepat akan mendapatkan hadiah sekantung emas.
Utusan pertama langsung pergi begitu mendengar hadiah sekantung emas. Kemudian disusul oleh utusan kedua dan ketiga.


Setelah satu minggu, utusan ketiga sudah kembali membawa barang yang diinginkan sang raja. Dan kedua utusan lainnya belum ada kabar. Utusan ini pun mendapatkan sekantung emas yang membuat dia kaya.


Tiga bulan kemudian, utusan kedua datang dengan lelahnya. Dia lapor kepada sang raja, bahwa barangnya sudah tidak ada.

“Ya jelas saja sudah tidak ada, karena sudah diambil oleh utusan ketiga. Dia hanya membutuhkan waktu 1 minggu.” jelas sang raja.

“Apa? Hanya 1 minggu? Bagaimana caranya? Apa dia menggunakan sihir?” tanya utusan kedua.
“Nanti kita tanya utusan ketiga setelah utusan pertama sampai.” kata sang Raja.
Sampai 1 tahun, tidak ada kabar dari utusan pertama. Entah apa yang terjadi. Akhirnya sang Raja mendapatkan surat dari utusan pertama yang isinya:

“Mohon maaf paduka, saya sudah mencoba 3 gunung tetapi saya belum menemukan benda yang paduka inginkan. Saya tidak akan pulang sebelum menemukan benda itu, kecuali sudah ditemukan oleh utusan lainnya.”
Sang raja pun menyuruh utusan itu pulang karena benda yang diinginkan sudah ada. Kemudian ketiga utusan dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi.

“Utusan pertama, kamu sampai 1 tahun tidak mendapatkan benda ini, apa yang terjadi?” tanya sang raja.

“Begini paduka, karena saya ingin cepat-cepat mendapatkan benda itu, saya langsung pergi begitu mendengar titah paduka. Saya langsung mencari di gunung-gunung terdekat. Baru 3 gunung yang saya cari, seandainya paduka tidak memanggil, saya akan mencoba gunung ke empat.” jelas utusan pertama.

“Kenapa harus mencari di banyak gunung? Kedua utusan lain hanya mencari di 1 gunung.” tanya sang Raja.

“Karena saya tidak tahu benda itu berada di gunung apa.” jawab utusan pertama.

“Kenapa kamu tidak bertanya dulu seperti kedua utusan lainnya?” tanya sang raja.
Utusan tersebut hanya terdiam.

“Kamu sudah bekerja keras, tetapi apa yang kamu lakukan adalah tindakan yang tidak jelas. Kamu melakukan sesuatu yang belum diketahui kejelasannya. Utusan kedua, meski dia terlambat tetapi dia mencari di gunung yang tepat. Karena dia bertanya dulu di gunung apa.” jelas sang raja.

“Sekarang, utusan kedua, kamu sudah mencari di gunung yang tepat, tetapi kenapa begitu lama? Sampai 3 bulan baru kembali, padahal utusan ketiga hanya 1 minggu.” tanya sang raja kepada utusan kedua.

“Saya berusaha secepat mungkin paduka. Saya langsung mengambil peralatan untuk membuat jalan agar saya bisa sampai ke puncak. Ternyata cukup lama, sehingga saya membutuhkan waktu hampir 3 bulan sampai ke puncak dan benda itu sudah tidak ada.” jelas utusan kedua.

“OK, sekarang saya tanya utusan ketiga, bagaimana caranya kamu hanya bisa 1 minggu?” tanya raja sambil menoleh ke utusan ketiga.

“Mohon maaf paduka, harusnya dalam 4 hari hamba sudah bisa menyerahkan benda ini. Tapi karena ketidaktahuan hamba, hamba bertanya ke penduduk sekitar bagaimana cara termudah dan tercepat untuk meraih puncak. Hamba belajar dulu kepada penduduk yang sudah mengetahui cara ke puncak. Kemudian membuat peta dan rencana untuk pergi ke puncak.” jelas utusan ketiga.


Pelajaran Dari Cerita Kerja Keras Saja Tidak Cukup

“Nah, kalian faham apa yang membedakan kalian? Utusan ketiga sekarang sudah kaya karena mendapatkan hadiah atas hasil yang dia peroleh. Saya tegaskan disini,kalian bertiga memang sama-sama bekerja kerasuntuk melaksanakan perintah saya, tetapi ini yang membedakannya:


*.Utusan pertama: kamu asal bertindak, kamu tidak tahu gunung yang mana dan tidak ke puncak dengan cara yang terbaik. Akhirnya kamu tidak efektif. Saya tidak tahu, seandainya tidak dipanggil, kamu tidak pulang-pulang sampai kapan pun.


*.Utusan kedua: kamu lebih baik dibanding utusan pertama. Kesalahan kamu adalah asal bertindak dengan cara kamu sendiri. Kenapa kamu tidak berpikir ada cara yang lebih mudah dan cepat? Jika tidak tahu, kenapa tidak belajar ke orang lain yang mengetahuinya?


*.Utusan ketiga: Kamu sudah bagus. Kamu mengetahui dengan jelas tujuan kamu. Kemudian kamu mau mencari dan belajar cara termudah dan tercepat menuju tujuan kamu. Maka kamu layak dapat hadiah.
Mudah-mudahan, kalian bisa mengambil pelajaran dari tugas ini.”

“Baik paduka, terima kasih atas nasihat yang diberikan kepada kami.” jawab ketiga utusan dengan serentak.
Ini Solusinya
Tentu saja cerita diatas fiktif, namun mudah-mudahan kita bisa memahami apa yang saya maksud bahwa kerja keras saja tidak cukup.


Jika selama ini Anda merasa sudah bekerja keras tetapi masih terasa lambat menuju tujuan Anda, silahkan perbaiki:

1. Perjelas tujuan Anda, semakin jelas tujuan Anda akan semakin mudah meraihnya.

2.Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda untuk meraih tujuan Anda.


Disini, ada 8 jurus yang bisa Anda lakukan agar meraih hasil lebih cepat:

1.Anda harus mau mengubah cara kerja Anda. Jika selama ini cara kerja Anda lambat, kenapa harus dipertahankan? Ubah ke cara yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih cepat.

2.Anda harus mau berpikir di luar kotak. Jangan hanya berpikir apa yang bisa dan biasa Anda lakukan, masih ada cara diluar sana yang lebih baik.

3.Anda harus berani melakukan sesuatu yang baru. Memang beresiko, tetapi jika tidak berani, Anda tidak akan meraih hasil-hasil revoslusioner.

4.Anda harus mengetahui cara bekerja lebih cepat. Kebanyakan orang bekerja asal bekerja dengan cara biasa, padahal ada ilmunya agar kita bisa bekerja lebih cepat.

5.Kebanyakan waktu kita habis oleh kebiasaan. Anda tidak akan produktif jika melakukan kebiasaan yang tidak produktif, jadi Anda harus membangun kebiasaan produktif setiap harinya.

6.Tahukah Anda, 80% pekerjaan Anda itu bisa jadi tidak bernilai atau rendah nilainya. Anda harus bisa mengidentifikasikan dan menyingkirkannya agar fokus kepada pekerjaan yang bernilai.

7.Kebanyakan tugas? Bikin stress? Ya, stress adalah perusak produktivitas Anda. Anda harus belajar bagaimana cara mengelola banyak tugas agar tidak stress.

8.Dan yang cukup penting adalah Anda akan produktif jika Anda bisa berkonsentrasi dengan baik saat bekerja.


Untuk mempelajari ke-8 jurus ini lebih jelas, saya sudah menjelaskan lebih rinci di ebook Revolusi Waktu. Silahkan dapatkan, pelajari, dan praktekan. Ini investasi yang sangat berharga karena akan meningkatkan kecepatan meraih tujuan Anda.
Jadi Kerja Keras Saja Tidak Cukup, yang Anda butuhkan adalah kejelasan tujuan ditambah dengan cara kerja yang terbaik. Jangan pernah berpikir bahwa apa yang Anda lakukan saat ini adalah cara terbaik. Berpikirlah bahwa masih bisa ditingkatkan lagi. Kuncinya adalah kemauan belajar untuk meningkatkan produktivitas apa yang Anda lakukan.
Kerja Keras Saja Tidak Cukup karena untuk meraih hasil terbaik dan tercepat:



Sukses = Tujuan Yang Jelas + Kerja Keras + Cara Terbaik




http://www.suksesoptimis.com/kenapa-kerja-keras-saja-tidak-cukup-dan-ini-solusinya/